•   Call Us: +62-21 5658 048
  •  [email protected]

Informasi & Berita

Blog - Prestasi Lubricants - Distributor Oli Pelumas Murah Berkualitas

Pentingnya Oli dan Pelumas untuk Kendaraan Bermotor

Pentingnya Oli dan Pelumas untuk Kendaraan Bermotor

Pada dasarnya, semua motor yang diciptakan pabrikan sudah mempunyai performa yang baik, ini tentu didapat dari serangkaian pengujian. Nah, untuk menjaga performa mesin selalu dalam kondisi baik seperti ketika keluar dari pabrikan, salah satunya tentu dengan menggunakan oli yang tepat dan berkualitas.

Seperti yang kita ketahui, bagian dalam mesin semuanya bergerak dan saling gesek. Untuk mengurangi gesekan tersebut maka dibutuhkan oli.

Analoginya seperti  ini, jika komponen rapat atau seret namun kualitas oli kurang bagus, maka mau tidak mau bukaan gas yang harus diperbesar untuk mencapai kecepatan tertentu.

Namun dengan kondisi mesin yang sama dan memakai oli yang bagus, maka bukaan gas cukup sedikit saja untuk mencapai kecepatan yang sama. Intinya, semakin licin oli dengan susunan yang tidak putus, maka oli tersebut semakin baik untuk mesin.

 

Pernahkah Anda mengalami hal seperti ini : Anda biasa memakai oli merk A, lalu coba ganti ke merk B. Setelah ganti oli, tiba-tiba performa motor Anda terasa menurun, atau tarikan jadi lebih berat.

Hal tersebut adalah wajar, karena karakteristik tiap jenis oli memang berbeda-beda, sesuai dengan komposisi kimia didalamnya. Perbedaan karateristik inilah yang sedikit banyak berpengaruh pada proses keausan komponen mesin. Akibatnya tiap jenis oli menimbulkan tingkat keausan yang berbeda-beda untuk akumulasi waktu yang cukup lama.

 

Piston Sebagai Indikator

Gambar diatas menunjukan permasalahan yang timbul akibat menggunakan oli yang kurang baik. Ketika  piston kotor, ring piston tidak bergerak bebas, akan mempengaruhi kinerja mesin ketika ingin dihidupkan, atau bahkan menyebabkan mesin macet total. Oli yg baik membantu untuk menjaga ring piston bergerak bebas, membersihkan mesin, menetralisir asam korosif dan mempertahankan viskositasoli pada suhu tinggi, tanpa menyebabkan deposit.

 

Oli yang Baik Dapat Menjaga Mesin Tetap Bersih

Performa mesin juga di pengaruhi oleh sejauh mana pelumas dapat menjaga kebersihan bagian-bagian mesin. Sebagai contoh deposit pada celah piston dapat menyebabkan ring piston tidak dapat bergerak bebas sehingga membuat kompresi turun dan gesekan bertambah yang berakibat menurunnya performa mesin.

 

Deposit pada bagian bawah piston (under crown piston deposit) akan menyebabkan piston overheat sehingga berpotensi terjadinya fenomena ngelitik (knocking), hal ini karena deposit tersebut bersifat sebagai selubung yang menghalangi perpindahan panas yang seharusnya didinginkan oleh pelumas. Jadi jangan heran jika salah satu tugas pelumas yang sangat penting adalah menjaga agar komponen mesin tetap bersih (disamping untuk lubrikasi tentunya).

 

Ciri Oli yang Baik

Indikator umum jika oli cocok dengan mesin kita adalah:

1.    1. Suara mesin yang halus

Halus dalam artian spesifikasi oli mesin sesuai yg tertera di buku manual motor, terlalu encer atau terlalu kental juga tidak baik. Sesuaikan juga dengan tahun produksi motor dan jenis rute yg dilalui.

 

2. Putaran mesin yang ringan dan responsif

Jika oli cocok, bohong klo tidak akan merasakan kondisi mesin yang seperti ini.

 

3. Suhu mesin stabil

Mesin juga akan menjadi cepat panas jika oli tidak cocok, soal panas mesin tidak ada hubungannya dengan penguapan ya gan. Justru lebih ke dapat memecah komposisi oli jika panas berlebih dan melepaskan partikel karbon, seiring waktu jelas akan menumpuk dan membentuk endapan lumpur (sludge)

 

4. Penguapan oli yang minim

Oli menguap disebabkan karena adanya celah antara liner dan piston yang sudah tidak sesuai batas toleransi, akibatnya oli yg dari crankcase menyelinap dan masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar. Indikasinya seperti keluar asap putih dari knalpot.

 

Ganti Oli Secara Rutin

Kami ingin menekankan tentang pentingnya penggantian oli secara rutin. Biasanya, penggantian oli dilakukan berbarengan dengan servis rutin. Namun jika anda tidak sempat melakukan servis rutin, minimal gantilah oli jika sudah mencapai kilometer tertentu, biasanya setiap 3000 km.

Yang sering terjadi adalah, banyak pengguna kendaraan bermotor yang tidak mengganti oli karena harga  oli yang cukup mahal. Untuk masalah tersebut, Anda dapat mencoba oli motor Prestasi.

 

Selain harganya yang sangat terjangkau, kualitasnya juga baik, dan tentunya dapat menjaga mesin motor Anda agar tidak cepar rusak. Jangan sampai karena ingin mengirit sedikit uang, anda jadi harus mengeluarkan jutaan rupiah karena turun mesin.


 

Dari Penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa oli sangat penting untuk mesin kendaraan bermotor anda. Pilihlah oli dengan kualitas yang baik, dan jangan lupa ganti secara rutin.

Mar 06 2017

Mengenal Berbagai Jenis Pelumas Mesin

Sebelum mulai membahas tentang berbagai jenis pelumas mesin, ada baiknya kita mengenal apa fungsi pelumas, atau yang biasa disebut "pelumasan". Pelumasan atau lubrikasi adalah  sebuah proses atau teknik untuk mengurangi gesekan serta keausan atas salah satu atau kedua permukaan yang saling bersentuhan dan bergerak relatif terhadap satu sama lain, dengan memberikan zat pelumas di antara keduanya. Sedangkan bahan yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara kedua permukaan tersebut disebut dengan pelumas.

Secara umum bahan pelumas diklasifikasikan berdasarkan wujud dari materialnya, yakni liquid (cair), semi cair(grease), dan padat. Pelumas liquid sangat kita pahami sebagai pelumas oli dan cukup lazim kita temui sebagai pelumas mesin kendaraan bermotor, gearbox, ataupun sistem lainnya. Pelumas semi liquid lebih dikenal sebagai grease (gemuk) memiliki kekentalan lebih tinggi dibandingkan dengan pelumas oli dan memang cenderung lebih "padat" daripada oli. Sedangkan pelumas padat memiliki wujud padat dan dibutuhkan pada kasus-kasus tertentu yang tidak dimungkinkan untuk menggunakan pelumas oli maupun grease.

Mari simak bahasan lebih dalam tentang masing-masing jenis pelumas untuk kendaraan bermotor dibawah ini:

1. Pelumas Cair

Sebagian besar pelumas oli yang beredar di pasaran dan paling banyak penggunaannya terbuat dari bahan dasar minyak bumi. Oleh karena itulah sering kali kita menyebutnya sebagai mineral oil (oli mineral), yakni oli yang berbahan dasar dari minyak bumi hasil tambang (mining). Oli mineral dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu Paraffinic, Naphtenic, dan Aromatic.

Oli parafin sangat baik digunakan pada mesin manufaktur, untuk pelumas mesin industri, serta pada proses produksi industri karet, tekstil, dan kertas. Oli naphtenic lebih cocok digunakan pada kondisi temperatur kerja rendah, terutama untuk pendingin trafo industri, serta pendingin pada proses permesinan. Sedangkan oli aromatik berwarna hitam dan sangat lazim digunakan sebagai bahan seal manufaktur, serta sebagai perekat dan pengencer produksi aspal.

Namun, Pelumas oli mineral memiliki keterbatasan paling besar yakni kurangnya ketahanan terhadap temperatur kerja tinggi. Solusi dari kelemahan tersebut adalah dibuatnya oli melalui proses sintesa sehingga didapatkan oli dengan spesifikasi terbaik sesuai dengan yang dibutuhkan. Pelumas jenis ini biasa kita kenal sebagai oli sintetis, sebab oli tipe ini tidak berasal dari minyak bumi melainkan dari bahan organik maupun anorganik yang melewati proses-proses khusus sehingga didapatkan spesifikasi yang dibutuhkan terutama ketahanan terhadap temperatur tinggi.

Perpaduan antara oli mineral dengan oli sintetis biasa disebut dengan oli semi-sintetis. Dengan campuran maksimal sebanyak 30% oli sintetis, diharapkan akan didapatkan pelumas dengan kualitas tidak jauh berbeda dengan oli murni sintetis, namun dengan harga yang lebih terjangkau. Oli sintetis memang dikenal mahal karena proses pembuatannya yang lebih rumit dibandingkan dengan biaya mengolah oli mineral.

Banyak produk dari Prestasi Lubricants yang merupakan jenis pelumas cair, seperti oli motor, minyak rem, air radiator, dan lain sebagainya.

 

2. Pelumas Semi-Cair (Grease)

Grease, atau yang dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan sebutan "gemuk", memiliki karakteristik khas, yang membuatnya sangat cocok digunakan pada sebuah sistem mekanis yang hanya bisa dilubrikasi secara berkala, serta sistem yang tidak mungkin dapat dilubrikasi oleh oli. Grease juga berfungsi sebagai sealent untuk mencegah masuknya air atau material lain ke dalam sistem mesin.

Prestasi Lubricants juga memproduksi pelumas semi-cair (gemuk) untuk kendaraan bermotor anda.

 

3. Pelumas Padat

Pelumas padat atau juga dikenal dengan pelumas kering memiliki gaya gesekan rendah. Masing-masing lapisan molekul dapat bergeser relatif terhadap lapisan yang lain hanya dengan sedikit gaya saja. Bahan yang paling banyak dikenal sebagai pelumas padat yaitu grafit.

Grafit banyak digunakan di kompresor udara, industri makanan, sambungan rel kereta, roda gigi terbuka, ball bearing, serta alat-alat perbengkelan. Grafit juga lazim digunakan pada gembok dan mesin kunci. Hal ini dilakukan karena jika digunakan oli untuk melumasi mesin kunci, debu-debu di udara justru mudah menempel dan akan cepat merusak komponen-komponen mesin.

 

Demikian sedikit pengenalan tentang berbagai jenis pelumas mesin. Jika Anda tertarik untuk menjadi distributor oli dan pelumas Prestasi, maka kami siap membantu Anda dengan sepenuh hati.

Silahkan langsung hubungi kami melalui tautan berikut, atau telepon kami di nomor-nomor dibawah ini:

0215658048

081914567889

0852 2456 7889

 

Terima kasih

 

Sumber Referensi

Feb 10 2017